BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Kamis, 08 April 2010

Dokumentasi SEMARANG METROCONOMICS 2010 (2)





Dalam diskusi panel yang dikemas secara ringan dan santai ini, para pembicara yang semuanya adalah calon walikota Semarang, Bu Harini dan Lik Farchan, sangat bersemangat dalam menyampaikan konsep pemberdayaan ekonomi lokal di kota Semarang kedepan. Masalah-masalah seperti adanya gerai hipermarket maupun retail modern lainnya, menjadi salah satu isu dalam pemberdayaan perekonomian lokal. Ditakutkan semakin menjamurnya retail modern, akan membunuh pasar-pasar tradisional dan toko-toko kecil yang ada.

"Kota Semarang memiliki 49 pasar tradisional, dan sayangnya hampir semua tidak nyaman untuk dikunjungi. Jika ingin ke Johar, rasanya malas karena banjir, dan takut kecopetan" Ujar Prof. Dr. Purbayu dalam mengkomentari para calon walikota. Begitu pula untuk masalah infrastruktur yang mendukung perekonomian lokal seperti Terminal, Stasiun, Bandara, maupun Pelabuhan. Rasanya malu jika mengajak tamu dari luar Semarang untuk datang ke tempat tersebut.

Harini memiliki konsep tersendiri dalam menyusun perekonomian lokal kota Semarang. Hendaknya hypermarket dan retail modern menjadi alternatif bagi masyarakat apabila pasar tradisional tidak menyediakan. Mengenai pasar johar, dia akan mengubahnya menjadi pasar yang menggabungkan konsep modern-tradisional sehingga nyaman untuk dikunjungi. Sayembara untuk desain pasar sudah disiapkan, tinggal menunggu pelaksanaannya.

Bagi Farhan, masalah retail modern memang akan mematikan pasar tradisional. Apabila pedagang lokal yang ada tidak mau bersaing, maka akan kalah dengan retail modern dan hypermarket. Farhan sudah mempersiapkan regulasi untuk masalah ini. Dan untuk masalah Pasar Johar, Farhan akan tetap melestarikan dikarenakan Johar termasuk bangunan cagar budaya.

0 komentar: